Jumat, 09 November 2012

Perkembangan Agama Hindu di Indonesia (Bali)


Agama Hindu masuk ke indonesia pada abad ke 4 masehi. Pertumbuhan Hindu ini di temukan di Kalimantan Timur (Kutai, abad ke 4)(Kutai, abad ke-4) ini dapat diketahui dengan adanya bukti tertulis ataupun benda-benda yang di temukan, dengan di temukannya tujuh buah Yupa peninggalankerajaan Kutai di Kalimantan Timur. Pada tujuh buah Yupa tersebut di dapatkan keterangan mengenai kehidupan keagamaan pada waktu itu yang mengatakan bahwa: (Yupa didirikan untuk memperingati dan melaksanakan yadnya oleh Mulawarman). Keterangan yang lain juga menjelaskan bahwa raja Mulawarman melakukan yadnya pada suatu tempat suci untuk memuja dewa Siwa. Tempat tersebut disebut dengan (Vaprakeswara).



Pada saat itu masuknya agama Hindu ke Indonesia menimbulkan perubahan yang besar. Selain di Kalimantan Timur agama Hindu juga berkembang di Jawa Barat mulai abad ke-5 dengan di temukannya tujuh prasasti yaitu: Prasasti Ciaruteun, Kebon kopi, Jambu, Pasir Awi, Muara Cianten, Tugu dan Lebak, semua prasasti tersebut berbahasa Sansekerta dan menggunakan huruf Pallawa. 




Tetapi masuknya agama Hindu di Bali di perkirakan pada sebelum abad ke-8 Masehi, karena pada saat itu terdapat bukti yang berupakan fragmen-fragmen pada prasasti yang di temukan di desa Pejeng yang berbahasa Sansekerta.Perkembangan agama Hindu di Bali tidak terlepas dengan perkembangan agama Hindu di Indonesia. Berkembangnya agama agama hindu di Bali melalui beberapa proses, diantaranya adalah :

  1. Bali Kuno
  2. Bali Pertengahan
  3. Bali Baru
  4. Masa Penjajahan
  5. Masa Kemerdekaan
1. Bali Kuno

Pada masa ini perkembangan agama hindu berkembang dengan sangat pesat. Pada masa pemerintahan Dharmodayana Varmadeva sekte-sekte Hindu di Baliu dapat di persatukan menjadi paham Tri Murti dalam konsep Kahayangan Tiga dan Mpu Kunturan yang datang ke Bali berjasa besar dalam menanamkan konsep tersebut pada seluruh desa Pekraman di Bali serta menegakkan dharma dasn sistem kemasyarakatan di Bali hingga Bali menjadi aman dan tertib.

2. Bali Pertengahan

Pada saat ini kekosongan pemimpin saat kerajaan bali kuno runtuh dengan diangkatnya Raden Agra Samprangga sebagai raja baru atau pengganti. 

3. Bali Baru

4. Masa Penjajahan

Pada masa Bali Penjajahan ini terjadinya perlawanan dari Belanda karena Bali tidak mau bergabung dengan monopoli yang dibuat oleh Belanda. Peraturan bali yang mengganggu kegiatan Belanda, masa ini merupakan masa perlawanan terhadap kedatangan bangsa Belanda di Bali. Yang termasuk ke dalam perang di Bali ialah, Perang Buleleng, Jagaraga, Kusamba, Bankar, Badung, Klungkung. Namun pada masa ini pulalah perkembangan Agama Hindu mengalami pasang surut.

5. Masa Kemerdekaan

Perkembangan Agama Hindu pada masa ini terjadi tata cara kehidupan, tdak meninggalkan agama ataupun mengubah keyakinannya tetapi mengalami pasang surut yang disebabkan oleh munculnya KUAP (Kantor Urusan Agama Pusat), dan KUAD (Kantor Urusan Agama Daerah).

Referensi :
http://wisatadewata.com/article/adat-kebudayaan/sejarah-hindu-bali
http://yuliaputri94.blogspot.com/

Tidak ada komentar :